Review Buku The Power Of Kepepet

Review Buku The Power Of Kepepet


http://yuk.bi/t2545f

Jika berbicara tentang motivasi sebenarnya hanya menyangkut 2 hal yaitu Pain (rasa sakit) dan Pleasure (rasa senang) atau kepepet vs iming-iming.


Perhatikan gambar diatas, bayangkan kita berada di posisi orang tersebut, yang harus menyebrangi jembatan besi untuk menghindari Pain dan mendapat Pleasure.
Coba hilangkan macannya dan hanya menampilkan gambar iming-iming atau uangnya, apakah kita masih mau bergerak?,
kemungkinan besar belum tentu, mungkin bagi sebagian orang akan bergerak, tergantung juga pada besar iming-imingnya.
Sekarang coba hilangkan iming-imingnya dan memunculkan macannya. Kemungkinan kita untuk bergerak dalam posisi ini jauh lebih besar, sebab terancam bahaya.
Jadi, sebenarnya kepepet vs iming-iming, jauh lebih manjur untuk membuat seseorang segera bergerak adalah rasa kepepet.

Kebanyakan orang pada saat mau melangkah banyak keraguan.
Kebanyakan berandai: Jangan-jangan, Jika-jika, maka-maka, kalau-kalau, iya-iya, enggak-enggak, tapi-tapi…
Hal ini terjadi karena biasanya lingkungan sekitar kita atau maaf, bisa jadi adalah orang tua kita sendiri.
Padahal, yang namanya andai-andai itu belum tentu terjadi. Jadi lakukan saja selama yang kita lakukan bukan sebuah tindakan kriminal atau membahayakan nyawa.

https://affiliates.getresponse.com/material/hit/197/mytim

The Power Of Kepepet sebenarnya dapat terjadi secara alami dan dapat pula diciptakan. Sebaiknya kita tidak berada pada posisi kepepet, namun jika tidak bergerak-bergerak, maka menciptakan kondisi kepepet dapat menjadi keharusan.
Bagaimana menciptakan kondisi kepepet sebelum kita benar-benar berada dalam kondisi tersbut. Cara gampangnya adalah dengan menciptakan atau membayangkan pain yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang, jika tidak mulai bergerak sekarang juga.

Contoh menciptakan pain ini secara virtual:
Membayangkan tentang orang tua kita yang sedang sakit atau meninggal dan kita belum dapat mewujudkan cita-citanya. Apa yang akan kita rasakan ?

Atau selain memvirtualkan kondisi kepepet ini, kita juga dapat menempatkan diri dalam posisi kepepet.
Contoh:
-Sebagai mahasiswa, kita dapat meminta orang tua untuk menghentikan uang jajan bulanan kita. dll

     http://member.daftarsb1m.net/aff/go/mytimyes?i=4

Jika dalam benak kita masih bicara soal modal, sebenarnya bukan modal yang membuat kita belum bergerak tapi mental kitalah yang membuat kita belum bergerak.
Kita dapat mulai bergerak dengan melakukan latihan yang paling mudah dahulu, seperti bertanya.

Contoh:
Kita ingin membuka rumah makan, datangi saja tempat dimana kita ingin menyewa tempatnya menjadi ladang usaha rumah makan kita. Tanyakan saja harga sewanya -- > Tanya ajakan nga bayar

Contoh lain dalam bisnis online:
Pernakah kita mencoba mengklick tombol beli pada situs belanja online.-- > hanya klickkan nga bayar
Dan jika ditelpon tinggal katakana saja bahwa uangnya belum ada, bereskan!

Dengan melakukan ini, setidaknya kita sudah memvisualisasikan apa yang hendak kita capai dan mungkin ada informasi yang dapat kita proleh, yang membuat kita selangkah lebih dekat dengan tujuan kita.

Setelah belajar bertanya selanjutnya balajar negosiasi.
Tidak semua hal harus dibayar dengan uang.

Contoh tentang sewa rumah makan diatas.
Kita dapat membuat proposal seperti “10 alasan harus gratis” -- > hanya mencoba negosiasikan nga perlu bayar, siapa tahu alasan yang kita ajukan diterima.
Jika tidak punya uang, lakukanlah negosiasi -- > bisa jadi alat tukurnya bukanlah uang, bisa skill kita yang lain, bisa traffick yang dapat kita tarik, dll.

Yang terpenting disini kita sudah melangkah, bukan hanya sekedar berandai. Ingat sukses berpola, gagalpun berpola.

http://kelbion.com/member/aff/go/mytimyes?i=1

Kita juga dapat memulai bisnis tampa memiliki modal.


Mulailah dari sisi pemasaran, sisi produksi dipikirkan nanti.
Contoh, jika ingin membuka usaha sewa mobil, tidak perlu kita memiliki mobilnya atau segala kelengkapannya dahulu.
Karena jika kita selalu mulai dari sisi produksi, pertama modal belum cukup, resiko besar, dan yang terpenting tidak mulai-mulai, sebab mengumpulkan modalpun susah.
Lalu bagaimana caranya memulai ?
Mulailah dari riset pasar dan melakukan promosi
  • -- > saat ini kita sudah dapat menggunakan sosial media dan asset digital lainnya.
Jika ada permintaan sewa mobil, kita tinggal outsource ke tempat sewa mobil
  • -- > selisih keuntungannya dapat mulai kita gunakan untuk membeli mobil dan asset usaha lainnya atau katakanlah tidak ada keuntungan yang kita peroleh, yang penting kita sudah untung action dan mulai mengenal pasar.

Atau contoh lain, di zaman sekarang sudah tersedia banyak cara dimana kita dapat memulai menjual tampa perlu memiliki produk. Seperti: menjadi Affiliet Marketing atau Dropshiper.
Dengan cara demikian kita tidak perlu mengeluarkan banyak modal diawal, disaat yang bersamaan kita dapat melakukan riset pasar untuk menguji peluang dari bisnis yang akan dijalankan.


Hosting Gratis


Setelah melakukan riset pasar selanjutnya menggunakan factor daya ungkit.

Dalam memulai bisnis kita tidak perlu harus memulai dari langkah 1, dapat saja dimulai dari langkah 7 atau 8 dengan menggunakan factor daya ungkit. Daya ungkit artinya ia dapat langsung mengungkit atau meningkatkan omset kita, misalkan dari yang hanya 1 juta perbulan menjadi 10 juta dan seterusnya.
Daya ungkit sendiri dapat dibagi menjadi 4 antara lain:
  1. Uang (jika punya uang kita dapat meningkatkan saluran distribusi dan promosi untuk meningkatkan usaha kita)
  2. Teknologi (dengan tekonologi kita dapat menjalankan usaha dengan jauh lebih efisien dan efektif, internet sendiri termasuk daya uangkit)
  3. Orang lain (Bisa jadi adalah kemampuan atau apa yang dimiliki orang lain, contoh ingin membangun rumah makan, tidak perlu kita harus pandai memasak, sewa saja orang yang pandai memasak)
  4. Akses (Akses dapat berupa jaringandan pengetahuan yang kita miliki, kita dapat meningkatkan akses dengan mengikuti konfrensi, seminar, membaca buku, dll. Akses dapat ditigkatkan dengan menggunakan uang, teknologi atau orang lain)

Dalam factor daya ungkit, kita tidak perlu memulai semuannya sendiri. Manfaatkanlah apa yang ada untuk menjadi daya ungkit usaha kita.
Sering yang menjadi penghambat usaha kita adalah keserakahan kita sendiri, yang ingin menguasai semuannya sendiri 100%.
Berbagilah rezeki pada kawan-kawan yang lain, saat kita berbagi rezeki kita juga berbagi resiko. Berbagi resiko sama dengan berbagi doa. Kalo usaha itu kia miliki sendiri yang mendoakan kita sendiri, sedangkan jika dimiliki bersama yang mendoakan banyak orang.

https://client.dewaweb.com/aff.php?aff=16579

Ayo ngeyel dengan strategi

Ada pepatah yang mengatakan batu sekeras apapun jika ditetesi oleh air maka akan berlubang juga. Tapi ingat jika ingin meubangi batu, tidak perlu menggunakan air, gunakanlah bor lebih cepat.


Atau
Lihatlah lalat dan semut. Lalat ketika melihat cahaya dan ingin keluar, cenrung akan terus menabrak kaca jendela yang jelas ada halangannya. Berbeda dengan semut, semut cenrung akan mencari jalan keluar meskipun harus berputar arah



Alur Membangun usaha
  1. Buat targetnya dahulu
  2. Merancang strategi -- > tidak perlu detail yang penting jelas amplikasinya
  3. Tes (Action) -- > sekecil apapun yang penting Action duluan
  4. Ukur -- > belajar membaca data dan melihat pola pasar
  5. Sesuai target? -- > jika sesua maka bukti bahwa usaha sudah membuahan hasil, jika tidak kembali rancang strategi

Jangan Over Dosis

Ingat The Power Of Kepepet juga ada dosisnya, jangan memepetkan diri kita diluar batas kemampuan kita.
Ada pepatah mengatakan “jika dia bisa, maka akupun bisa”.
Pernyataan ini benar namun kurang tepat. Contoh jangan membandingkan beban yag dapat diangkat Ade Rai dengan beban kita, bisa saja kita mengangkat beban yang sama namun tidak sekarang, dimana kita harus mulai dengan latihan-latihan ringan dahuu.

Jangan bandingkan kesuksesan kita dengan orang lain. Kesuksesan itu bukan dilihat dari hasil orang lain, namun dari hasil kita. Dibalik cerita kesuksesan seseorang dibelakangnya tentu ada cerita perjuangannya. Jadi jangan lihat susksesnya saja, tapi lihatlah juga perjuangannya.

https://goo.gl/omhdVN

Jadi buatlah target dahu, baru rencana -- > terlalu banyak rencana justru dapat menjadi bencana, sebab tidak dimulai-mulai.
Orang lebih percaya jika sudah melangkah, yang terpenting adalah action.
Ketekunan akan menemukan jalan kesuksesan, yang terpenting mulailah melangkah.
Musuh kesuksesan hanya 2, alasan dan penundaan.
Sebaik-baiknya bisnis adalah yang dibuka, bukan ditanyakan terus.. Jadi jangan banyak tanya tampa action

Ingin Membaca Lebih Dalam Tentang Buku The Power Of Kepepet?, Klick Disini

https://www.freelancer.co.id/affiliates/myyesok


Komentar